Euforia masa lalu? Lupakanlah..!
Desember 20, 2008
Postingan ini dibuat sambil menonton pertandingan sepakbola Piala AFF antara Thailand vs Indonesia (second leg). Tapi, postingan ini bukan untuk membahas jalannya pertandingan tersebut yang berkesudahan 2-1 (total aggregat 3-1) untuk keunggulan Thailand. Ada sisi lain yang saya ‘tangkap’ dan berikut ‘tangkapan’ saya;
Jadi gini, kemarin dulu, saya melihat banyak teman-teman Plurker saya yang marah-marah atas kehebatan Thailand, terlebih lagi ketika first leg di Jakarta beberapa waktu yang lalu. Saat itu saya melihat timnas kita kalah 0-1 di kandang sendiri yang katanya “Ini Indonesia, Bung!”
Entah kenapa saya punya pandangan lain, ketika teman-teman marah, saya justru joged-joged (dance). Bukannya saya bermaksud untuk menari-nari di atas ‘penderitaan’ timnas Indonesia, tapi itu adalah ekspresi sarkasme saya terhadap timnas kita. Maaf, saya adalah pendukung setia timnas Indonesia -sampai kapanpun itu-, tapi saya sedih melihat kemampuan timnas kita yang segitu-gitu saja (dari dulu).
Di saat negara-negara tetangga kita leap ahead, kita malah betah nongkrong di tempat dimana kita selalu teringat masa lalu.
Kita selalu mengingat-(ingat) bahwa kita (dulu) nomor satu dalam hal olahraga. SEA Games, tak terhitung berapa kali kita juara umum. Bulutangkis, bukan hanya ASEAN namun sudah Olimpiade kelas kita. Dan sebagainya, dan sebagainya. Serta bukan dalam hal olahraga saja kita nomor satu di ASEAN (dulunya), bisa dikatakan hampir di semua bidang, kemampuan kita setingkat di atas negara-negara tetangga. Euforia masa lalu pulalah yang membawa kita kepada romantisme jadul dimana negara kita ini adalah tempatnya SDM negara-negara tetangga belajar dan mencari ilmu. Dan sebagainya, dan sebagainya. Tapi itu dulu…
Namun kini, mereka yang dulu di bawah kita kelasnya telah melompat melewati kita. SEA Games, sudah berapa kali kita disalip sebagai juara umum terutama edisi-edisi yang terakhir. Bulutangkis, kita malah sulit mengirimkan pemain bertanding ke luar negeri karena kekurangan (baca: tidak ada) biaya akhir-akhir ini. Pun di bidang SDM, sekarang justru kita yang bangga kalo kita bisa kuliah di Nanyang Technological University atau di Universiti Teknologi Malaysia. Belum lagi ditambah fakta berupa Sirkuit Sepang dan Marina Bay. Ahh..
Lalu bagaimana dengan kita sendiri?
Dan kita sendiri, masih saja tetap (betah dan setia) menikmati dan mendengung-dengungkan kembali euforia masa lalu tersebut! Sadarilah woi, mereka bukan kelas kita lagi sekarang. Kecuali kalo kita mau melakukan lompatan seperti lompatan mereka yang melompati kita tadinya!
*sedang menikmati euforia*
The Soundtrack for Them: The Spirit Carries On
Nopember 5, 2008
Where did we come from? Why are we here? Where do we go when we die? What lies beyond? And what lay before? Is anything certain in life?
They say, life is too short, The here and the now, And you’re only given one shot, But could there be more, Have I lived before? Or could this be all that we’ve got?
Nama Ngetop
Oktober 24, 2008
Apakah Anda mengenal nama-nama seperti Eko Hendro Purnomo, Sri Wulandari, atau Ahmad Zulfikar Fawzi? Jika Anda tidak cukup familiar dengan nama-nama di atas, wajar saja. Tapi saya rasa Anda mungkin mengenal cukup baik nama-nama seperti Eko Patrio, Wulan Guritno atau Ikang Fawzi.
Read the rest of this entry »

